Kategori bisnis itu ga meski harus selalu memiliki gedung tinggi berpuluh-puluh lantai, bisa duduk depan komputer dengan kursi goyang, ataupun punya karyawan ratusan orang. Kalau hanya seorang resseler belum termasuk pembisnis.

Gak HARUS SELALU begitu teman.

Kalau punya cita-cita ingin memiliki bisnis sampai seperti itu boleh, bahkan sangat boleh. Tapi untuk mencapai itu kita perlu proses yang tidak mudah tentunya. Kita perlu belajar banyak dulu, kita perlu latihan jadi orang yang sabar dan kuat dulu, kita perlu merasakan nikmatnya ditolak pelanggan dulu.

Kenapa harus melalui itu dulu?

Emang gak bisa kalau langsung punya bisnis langsung gede aja?

Jawabanya lebar kali panjang teman-teman, yuk kita bahas dibawah. Baca sampai tuntas yak

Hampir sebagian besar dari mereka para pembisnis hebat memulai bisnisnya dari nol, mengalami jatuh bangun usahanya dulu, dikerjakan sendiri dulu dan lain sebagainya. Bahkan tak sedikit pula dari mereka yang sempat gulung tikar ditengah jalan.

Bapak Bob Sadino (Alm) contohnya, siapa yang tidak kenal dengan bapak yang satu ini. Memiliki nama lengkap Bambang Mustari Sadino ini adalah seorang pengusaha asal Indonesia yang terkenal berbisnis di bidang pangan dan peternakan. beliau adalah pemilik dari jaringan usaha Kemfood dan Kemchick

Siapa yang menyangka bahwa ketika menjalani bisnis sewa mobil yang disupiri sendiri beliau sempat mengalami kecelakaan dan mengakibatkan kebangkrutan. Hal itu tidak membuatnya putus harapan, beliau mencoba bisnis baru dibidang peternakan dengan bantuan pinjaman dari tetangganya, dan siapa sangka bisnis yang dijalani menuaikan hasil.

Bahkan pemikiran beliau yang out of the box banyak mempengaruhi para pembisbis lainya. Tak sedikit dari mereka yang beranggapan bahwa ide-ide beliau ini gila, atau berbeda dengan pemikiran kebanyakan orang lainya. Tetapi beliau mampu membuktikan bahwa bisnis yang ia jalani mampu diakui dunia dan beliau menjadi salah satu pembisnis suskes di Indonesia.

Baca Juga:  Sukses Berbisnis Keluarga Harmonis

Dari beliau kita bisa mengambil pelajaran bahwa yang namanya bisnis itu perlu adanya ketekunan, keseriusan dan keyakinan akan adanya keberhasilan. Semuanya dimulai dari nol dulu, terkecuali kalau kita anak dari pemiliki perusahaan A dan diminta untuk melanjutkan bisnis. Mungkin kita akan langsung jadi pembisnis besar, dengan begitu tanggung jawabnya pun besar. Kalau tidak bisa mengelolanya dengan baik resikonya pun sudah pasti besar pula

Tidak jadi masalah kalau hari ini kita memulai bisnis dengan jadi resseler terlebih dahulu. Toh tidak perlu repot untuk membuat produk juga, besok atau lusa kita akan memikirkan bagaimana caranya untuk bisa menjadi distributor, atau mungkin menjadi owner https://www.muzhof.com/setiap-produk-ada-jodohnya/sehingga keuntungan yang didaptkan bisa lebih lagi.

Sesuatu yang besar itu bisa terjadi karena adanya hal kecil dulu, dengan menjadi reseller berarti kita sedang mempersiapkan diri untuk hal yang besar pula ke depanya. Yang penting kita jalani dengan ketekutan, kesabaran, serius berbisnis dan yang pastinya selalu belajar untuk bisa meningkatkan penghasilan.

Inti terpentingnya adalah mau mulai dulu, punya penghasilan tapi kerjaan nyantai kan enak banget. Jadi sekali lagi gak perlu minder yak, terus lakukan dan kembangkan. Karena keberhasilan itu kita yang tentukan

Semoga bermanfaat.

 

Salam

Mudzoffar Hasan