Bisnis dan Baper, apa hubunganya?

Tentu ada, kalau mau tahu baca sampe tuntas ya guys.

Apa sih emang hubungannya bisnis dengan baper?

Karena sekarang ini media social sangat luas sekali jangkauanya, oleh mereka orang-orang yang memiliki jiwa bisnis dijadikan peluang dan kesempatan untuk memulai atau mengembangkan bisnisnya.

Instagram contohnya, pas awal-awal ada mungkin IG ini penuh dengan foto-foto pribadi si pemilik akun. Tapi beberapa tahun kebelakang malah tampilan IG penuh dengan foto produk-produk jualan dan testimoni pembeli.

Bahkan yang tidak ada jiwa pedagang tetapi memiliki followers ratusan pun bisa menghasilkan rupiah lho. Cukup jadi endorse atau selebgram, rupiah dan produk masuk ke kantong kita secara gratis. Well jadi lebih bermanfaat kan tapinya.

Oke, terus dimana bapernya?

Ini nih guys, buat kita yang mungkin masih pendatang baru di dunia market place kegiatan meng-upload produk tanpa adanya pembelian adalah hal yang menyakitkan. Setuju atau tidak, ketika kita posting sebuah produk dan tidak ada respon dari pelanggan. Maka akan muncul rasa sedih, dan muncul pertanyaan-pertanyaan seperti ini biasanya.

“ko gak ada yang beli ya”. (Ini Wajar)

“Dia ko jualanya rame, yang like sama yang comment banyak”. (Ini wajar juga)

“ Udah ah cape posting terus tapi ga ada yang beli”. ( Ets yang ini jangan dibiarin ya, kalo kata syahrini mah hempas jauh-jauh 😊  )

Terus yang harus dilakukan apa?

  1. Kalau gagal jualan, Jangan Baper! Coba lagi namanya juga asaha ya gak selalu lancar.
  2. Kalau gak laku, Jangan Baper ! Lakukan evaluasi.

Udah poin intinya itu doang guys,

Pola pikir kita harus diubah disini, jangan karena liat postingan orang lain rame niat jualanya jadi kisut. Liat orang lain postinga testimoni pembeli tutup akun dan ga jualalan sama sekali. Kalau begitu terus mau kapan majunya.

Baca Juga:  Ternyata Inilah Cara Cepat Sukses di Usia Muda

Kolonel Sanders (pendiri KFC) aja baru bisa sukses setelah menawarkan resep masakannya ke lebih dari 1.000 restoran dan itu ketika usianya menginjak 65 tahun. Kita baru 2-3 kali action langsung ngalah padahal umur masih tergolong muda, malu dong.

Makanya lagi-lagi disini pola pikir kita perlu dibentuk dulu, karena sebenarnya sesuatu yang kita bilang susah itu karena kita belum tahu caranya aja. Coba kalau kita tahu pasti semuanya akan terasa lebih mudah.

Begitupun dengan jualan, diawal-awal jualan mungkin kita akan sering ditolaknya daripada diterimanya. Tapi gak masalah dengan begitu kita akan tahu kedepan harus bagaimana. Dengan catatan semua tolakan, semua kritikan dan cibiran gak kita masukin hati. Cukup dengarkan yang positifnya dan lakukan yang terbaik.

Intinya disini adalah dengan kita terus berjualan tanpa putus asa, terus berusaha maksimal dengan memberikan manfaat untuk orang lain. Kita akan menemukan sendiri cara jualan yang paling tepat bagaiamana.

Dengan begitu gak ada lagi deh baper-baper an dalam jualan. Karena yang kita jalanin sudah sesuai dengan bakat yang kita punya. Oke mungkin itu saja yang bisa disampaikan, mudah-mudahan bermanfaat dan bisa menjadi penyemangat untuk terus berjualan.

 

Salam

-MuzhoffarHasan